NewsPesisir.com, DUMAI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Provinsi Riau resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kota Dumai. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026).
Berdasarkan SK Nomor: 0010/SK/DPD-GRIBJ Riau/IV/2026 yang ditandatangani Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Riau, Dr. M. Martin Purba, S.H., M.H., C.Me, bersama Sekretaris Imelda Saksi, SE, tongkat komando DPC GRIB Jaya Dumai resmi diberikan kepada Drs. Kimlan Antoni, S.H., pada Minggu (12/4/2026).
Dalam prosesi tersebut, Kimlan Antoni didampingi Wakil Ketua Yoakim Boy, Sekretaris Harry Setiawan, ST, serta Dansatgas Roni Simamora. Penyerahan SK ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh DPC GRIB Jaya Dumai.
Ketua DPD GRIB Jaya Riau, Dr. M. Martin Purba, berpesan agar kepengurusan yang baru mampu menjalankan roda organisasi secara solid serta menjaga marwah organisasi di tengah masyarakat.
“Jalankan organisasi ini dengan baik. Saya berharap DPC GRIB Jaya Dumai di bawah kepemimpinan Saudara Kimlan Antoni dapat semakin maju dan menjaga nama baik organisasi,” tegasnya.
Sementara itu, dalam siaran pers yang disampaikan Selasa (14/4/2026), Kimlan Antoni menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi sesuai arahan DPD serta memastikan tidak adanya dualisme kepemimpinan di tubuh GRIB Jaya Dumai.
“Struktur DPC hingga tingkat PAC telah rampung. Kami siap melaksanakan pelantikan serentak bersama DPD sesuai agenda yang direncanakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana strategis dalam waktu dekat, yakni melakukan audiensi dengan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai, termasuk Wali Kota Dumai, Kapolres Dumai, Dandim 0320/Dumai, serta Kajari Dumai.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPC GRIB Jaya Dumai, Yoakim Boy, yang juga putra Timor Leste menegaskan bahwa seluruh pengurus siap berada dalam satu komando di bawah kepemimpinan Kimlan Antoni.
“Di GRIB Jaya hanya ada satu komando. Ketua DPC adalah Bapak Kimlan Antoni dan keputusan ini bersifat final. Tidak ada dualisme kepemimpinan,” tegasnya. (*)










0 Komentar