Header Ads Widget


 

Saat Mesin Produksi "Menggigit": Kecelakaan Kerja di PT IMT Picu Sorotan Keselamatan Pekerja

Foto ilustrasi (net) 


NewsPesisir.com, DUMAI – Di tengah gencarnya kampanye budaya keselamatan kerja bertajuk “Safety First” yang digaungkan berbagai perusahaan industri, kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri Kota Dumai. Seorang pekerja alih daya dilaporkan mengalami luka serius setelah tangan kirinya tergilas rantai konveyor di area operasional pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) milik PT Ivo Mas Tunggal (IMT), Kamis (5/3/2026) siang.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di area Kernel Crushing Plant (KCP) yang berada di kawasan industri Jalan Kelapa RT 15, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Korban diketahui bernama Putra Andika, warga RT 009 Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan. Ia merupakan pekerja dari perusahaan penyedia jasa tenaga kerja alih daya PT International Service System (ISS) yang bekerja di lingkungan pabrik milik IMT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat korban berada di dekat mesin konveyor yang sedang beroperasi. Dalam situasi yang belum diketahui secara pasti penyebabnya, tangan kiri korban tiba-tiba tersangkut pada rantai konveyor yang tengah bergerak.

“Saat itu konveyor masih berjalan. Tiba-tiba tangannya tersangkut di rantai. Kami langsung berteriak dan berusaha menghentikan mesin,” ujar salah seorang rekan kerja korban yang berada di lokasi kejadian dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, dikutip Redlinenews.id, Kamis (5/3/2026).

Meski mesin akhirnya berhasil dihentikan oleh para pekerja di sekitar lokasi, tangan kiri korban terlebih dahulu mengalami luka serius akibat tergilas rantai konveyor tersebut.

Rekan-rekan kerja korban kemudian segera melakukan evakuasi darurat dengan membawa Putra Andika ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sorotan Budaya Keselamatan Kerja

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan industri Dumai, khususnya pada aktivitas yang melibatkan mesin berisiko tinggi seperti sistem konveyor di pabrik pengolahan sawit.

Di banyak perusahaan industri, slogan “Safety First” kerap terpampang besar di berbagai area operasional. Namun dalam praktiknya, kecelakaan kerja yang melibatkan pekerja terutama pekerja alih daya, masih kerap terjadi.

Sejumlah pengamat ketenagakerjaan menilai kecelakaan kerja umumnya dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari prosedur keselamatan yang tidak dijalankan secara disiplin, lemahnya pengawasan di lapangan, hingga minimnya pelatihan keselamatan bagi pekerja yang bersentuhan langsung dengan mesin produksi.

Selain itu, penerapan penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur lock out–tag out saat melakukan pekerjaan di dekat mesin bergerak, serta sistem pengamanan mesin menjadi elemen krusial dalam mencegah insiden serupa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen PT Ivo Mas Tunggal melalui pihak humas terkait kronologi kejadian serta kondisi terkini korban.

Namun sangat disayangkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi atas insiden kecelakaan kerja tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di balik besarnya aktivitas industri pengolahan sawit di Kota Dumai, keselamatan pekerja seharusnya tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar diwujudkan dalam setiap lini operasional perusahaan. (red)


Posting Komentar

0 Komentar